Selang Oksi-asetilen: Temukan Selang Las Gas Terbaik untuk Proyek Anda

Pengelasan merupakan pekerjaan yang sangat penting dalam industri pengolahan logam. Ada berbagai jenis pengelasan, antara lain: laser, busur listrik, gas, dan lain-lain. Selang pengelasan gas merupakan salah satu metode yang paling umum digunakan di bidang ini. Metode ini membutuhkan dua jenis gas: oksigen dan asetilen. Untuk menyalurkan kedua gas tersebut, orang-orang menggunakan selang oksi-asetilen.

 

Artikel ini terutama membahas dasar-dasar selang las gas oksi-asetilen. Secara khusus, Anda akan mempelajari sifat-sifat, struktur, dan penggunaannya. Selanjutnya, Anda juga akan mempelajari cara memilih selang las gas yang sesuai untuk proyek Anda. Jadi, bersabarlah dan baca artikel ini dengan saksama.

 

Apa itu Selang Oksi-Asetilen?

 

Selang oksi-asetilen merujuk pada selang oksigen dan asetilen. Dengan demikian, Anda dapat memahami bahwa selang ini terdiri dari dua pipa terpisah. Selang ini mengalirkan gas dari tabung ke obor dengan aman.

 

Selang oksi-asetilen sangat penting baik untuk pengelasan maupun pemotongan plasma. Oleh karena itu, selang ini disebut selang obor oksi-asetilen.

Apa Itu Selang Oksi-Asetilen?

Anda mungkin bertanya-tanya mengapa Anda memerlukan dua selang untuk proses ini. Prinsip teknologinya adalah kedua gas ini umumnya menghasilkan suhu tinggi. Ketika kedua gas ini dicampur, mereka menghasilkan nyala api yang jauh lebih panas daripada asetilen saja. Suhunya bisa mencapai sekitar 3.200°C (5.800°F). Anda tentu sudah tahu bahwa suhu tinggi diperlukan untuk mengelas dan memotong logam dengan baik.

 

Fungsi utama selang oksi-asetilen adalah mengalirkan gas (oksigen dan asetilen) dari tabung ke obor. Selang ini mengelola gas bertekanan tinggi dengan aman dan memastikan kualitas nyala api yang stabil. Anda juga dapat memanfaatkan mekanisme keamanannya. Selang ini mencegah kebocoran dan menjaga keutuhan selang.

 

Sifat-sifat selang oksigen dan asetilen

 

Selang oksiasetilen sangat fleksibel. Artinya, Anda dapat membengkokkannya jika diperlukan, dan selang tersebut tidak akan kehilangan fungsinya. Selang ini juga tahan lama dan mampu menahan keausan akibat penggunaan yang sering. Selain itu, selang ini tetap berfungsi dengan lancar bahkan di lingkungan yang berat.

 

Selang oksigen-asetilen tersedia dalam berbagai ukuran. Selang ini umumnya merupakan selang Kelas R, yang secara khusus direkomendasikan untuk oksigen dan asetilen. Diameter dalam selang ini berkisar antara 4,8 mm hingga 9,5 mm, sedangkan diameter luarnya berkisar antara 11,5 mm hingga 17 mm. Ukuran selang ini mungkin memiliki toleransi kecil hingga ± 0,3 mm. Terakhir, suhu operasi yang direkomendasikan adalah -25°C – +70°C (-13°F – +158°F).

 

Selang oksi-asetilen bersifat nonkonduktif, dan tabung serta selubungnya biasanya bebas minyak. Artinya, selang ini lebih aman digunakan di sekitar peralatan listrik dan tidak akan menarik debu atau kontaminan lainnya. Yang terpenting, selang ini tahan api. Seperti yang Anda ketahui, proses pengelasan dan pemotongan melibatkan suhu tinggi dan nyala api. Oleh karena itu, selang oksi-asetilen aman digunakan dalam proses-proses tersebut.

 

Selang oksiasetilen juga dilengkapi dengan fitur anti-penuaan. Artinya, selang ini tahan terhadap kerusakan seiring waktu akibat paparan sinar UV, oksigen, dan faktor lingkungan lainnya. Selain itu, selang ini juga tahan terhadap lipatan serta tidak mudah putus atau retak.

 

Struktur Selang Las Oksi-asetilen

 

Selang oksi-asetilen biasanya terdiri dari beberapa lapisan. Setiap lapisan memainkan peran penting dalam fungsi selang secara keseluruhan. Lapisan-lapisan tersebut memastikan selang tersebut tahan lama, fleksibel, dan mampu menahan tekanan tinggi. Anda akan melihat penampang melintang yang terdiri dari empat lapisan jika memotong selang oksi-asetilen secara vertikal.

 

Ban Dalam

 

Lapisan pertama yang terlihat dari inti bagian dalam adalah tabung bagian dalam. Tabung inilah yang berfungsi sebagai saluran utama untuk mengalirkan oksigen atau asetilen. Lapisan ini sebagian besar terbuat dari karet SBR. SBR merupakan singkatan dari Styrene Butadiene Rubber.

 

Seperti yang Anda ketahui, SBR memiliki kinerja yang sangat baik saat bersentuhan dengan air, gas, dan bahan kimia tertentu. Oleh karena itu, lapisan dalam selang oksi-asetilen memastikan aliran oksigen dan asetilen yang aman.

 

Lapisan Penguat

 

Lapisan penguat terletak tepat di atas tabung dalam. Lapisan ini mengelilingi tabung dalam dan memberikan ketahanan terhadap tekanan. Lapisan ini umumnya terbuat dari tali poliester heliks dengan daya tarik tinggi. Beberapa selang oksi-asetilen mungkin dilengkapi dengan anyaman kawat baja. Namun, hal ini terutama bergantung pada kelenturan dan kekuatan selang tersebut.

 

Sampul Luar

 

Lapisan luar selang terutama berfungsi melindungi dua lapisan bagian dalam dari kerusakan eksternal. Lapisan ini terbuat dari campuran karet SBR dan EPDM. Seperti yang Anda ketahui, karet SBR dan EPDM cocok digunakan karena ketahanan abrasi yang sangat baik. Kedua bahan karet ini juga dikenal karena ketahanannya terhadap cuaca dan ozon. Oleh karena itu, pada selang oksi-asetilen, bahan-bahan ini menjamin keamanan dan daya tahan.

 

Permukaan

 

Lapisan terakhir adalah lapisan permukaan. Lapisan ini biasanya dilapisi dengan berbagai pelindung. Permukaan ini meningkatkan cengkeraman dan kemudahan pengoperasian. Beberapa selang mungkin dilengkapi dengan permukaan bergaris untuk meningkatkan daya tahan dan kemudahan penggunaan.

 

Penggunaan selang oksi-asetilen

 

Selang oksiasetilen diperlukan dalam berbagai aplikasi. Namun, selang ini sering kali digunakan terutama dalam proses pengelasan dan pemotongan.

 

Selang las oksiasetilen memainkan peran yang sangat penting dalam proses pengelasan. Selang-selang ini menggabungkan oksigen dan asetilen untuk menghasilkan panas yang sangat tinggi, yang biasanya melebihi titik leleh logam. Proses ini dapat sangat membantu Anda saat menyambungkan dua bagian logam. Karena itu, orang sering menyebut jenis pengelasan ini sebagai pengelasan gas.

 

Hanya gas inert yang digunakan dalam pengelasan laser, sedangkan gas argon digunakan dalam pengelasan busur. Oleh karena itu, selang pengelasan bervariasi tergantung pada jenis pengelasan.

 

Di sisi lain, saat melakukan pemotongan, Anda dapat menerapkan prinsip yang sama untuk memotong pelat logam. Ketika gas-gas tersebut bersatu, mereka menghasilkan panas yang sangat tinggi sehingga melelehkan pelat logam tersebut. Proses ini dikenal sebagai proses pemotongan gas.

 

Selang oksiasetilen juga memainkan peran penting dalam proses pemanasan, pembengkokan, dan pembersihan dengan api. Dalam penggunaan tersebut, panas dikendalikan dan diatur pada suhu yang lebih rendah daripada titik leleh. Dengan demikian, logam menjadi lunak, mudah dibengkokkan, dan dibersihkan.

 

Cara Memilih Selang Oksi-Asetilen atau Selang Las Gas yang Tepat untuk Proyek Anda

 

Sama seperti produk lainnya, Anda harus mempertimbangkan beberapa faktor untuk memilih selang las gas yang tepat. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, Anda dapat memastikan hasil terbaik untuk proyek Anda. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan harga terbaik untuk seluruh operasi Anda.

 

Aplikasi Faktor #1

 

Faktor pertama dan terpenting yang perlu dievaluasi adalah proyek Anda. Jenis selang apa yang dibutuhkan? Apakah prosesnya melibatkan pengelasan, pemotongan, pemanasan, pembengkokan, atau pembersihan? Berapa suhu kerjanya? Apakah prosesnya melibatkan tekanan tinggi?

 

Seperti yang Anda ketahui, berbagai proses pengelasan dan pemotongan biasanya memerlukan selang dengan kualitas yang berbeda-beda. Misalnya, panas yang dihasilkan dalam proses pengelasan dan pemotongan umumnya lebih tinggi daripada dalam aplikasi pemanasan.

 

Faktor #2: Kompatibilitas Bahan

 

Bahan juga sangat penting dalam proses pengelasan, pemotongan, dan pemanasan. Selang oksi-asetilen atau selang las gas dirancang khusus untuk oksigen dan asetilen. Namun, jika pengelasan gas Anda memerlukan propana atau gas alam, Anda mungkin perlu mencari selang lain. Perlu diperhatikan bahwa bahan yang tidak sesuai dapat mengalami degradasi secara bertahap akibat reaksi dengan gas.

 

spesifikasi selang oksi-asetilen

Spesifikasi Produk Factor #3

 

Selanjutnya, cari spesifikasi yang tepat. Dalam hal ini, Anda dapat mempertimbangkan diameter dalam atau diameter luar. A, B, dan C adalah ukuran selang las yang paling umum. Selang oksigen dan selang asetilen biasanya tersedia dalam ketiga jenis tersebut. Anda mungkin perlu mencari adaptor yang tepat untuk ukuran yang berbeda. Biasanya, Anda dapat menemukan adaptor A ke B, B ke B, atau B ke A.

 

Faktor #4: Keamanan & Ketahanan

 

Fitur keselamatan dan daya tahan selalu menjadi prioritas utama. Pilihlah selang yang memiliki lapisan penguat yang kokoh dan lapisan luar yang tahan lama. Biasanya, semua Selang Las Gas Rentone dilengkapi dengan selubung luar yang dilapisi. Karena itu, selang las gas ini menjamin masa pakai yang lama.

 

Faktor #5: Biaya & Efisiensi

 

Terakhir, pertimbangkan biaya dan efisiensi. Efisiensi bergantung pada harga, masa pakai, perawatan, dan kinerja. Anda harus menyeimbangkan biaya dengan efisiensi selang tersebut. Setelah mempertimbangkan kelima faktor di atas, Anda dapat memilih selang las gas terbaik untuk proyek Anda.

 

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Selang jenis apa yang digunakan untuk gas asetilen?

 

Sesuai dengan namanya, selang ini umumnya cocok untuk mengalirkan gas asetilen. Selang ini biasanya berwarna merah dan dirancang khusus untuk menangani gas asetilen. Ada pula beberapa persyaratan tekanan yang harus dipenuhi. Tekanan kerja (WP) biasanya sebesar 20 bar, sedangkan tekanan pecah (BP) sebesar 60 bar. Selang jenis ini biasanya termasuk dalam Kelas R.

 

Apa perbedaan antara asetilen dan oksi-asetilen?

 

Asetilen adalah gas yang mudah terbakar yang umumnya digunakan sebagai bahan bakar dalam proses pengelasan dan pemotongan. Gas ini terbakar pada suhu tinggi, sehingga selang asetilen cocok untuk aplikasi-aplikasi tersebut. Di sisi lain, oksi-asetilen merupakan kombinasi dari dua selang terpisah. Salah satunya berwarna biru atau hijau, sedangkan yang lainnya berwarna merah.

 

Jika dicampur, gas-gas ini menghasilkan nyala api yang jauh lebih panas daripada asetilen saja. Anda dapat mencapai suhu sekitar 3.200°C (5.800°F). Seperti yang Anda ketahui, suhu tinggi ini diperlukan untuk pengelasan dan pemotongan logam secara efisien.

 

Berapa tekanan maksimum untuk selang asetilen?

 

Saat memilih selang oksi-asetilen, Anda harus memeriksa spesifikasinya. Tabel ini biasanya memiliki sepuluh kolom untuk setiap model selang. Untuk memeriksa nilai tekanan, cari kolom WP dan BP. WP merupakan singkatan dari tekanan kerja, sedangkan BP merupakan singkatan dari tekanan pecah. Nilai WP untuk selang oksi-asetilen biasanya 20 bar, sedangkan nilai BP umumnya 60 bar, yang setara dengan 290 psi dan 870 psi.

 

Apa warna selang asetilen itu?

Apa warna selang asetilen itu?

Selang asetilen biasanya berwarna merah, sesuai dengan standar internasional untuk semua selang asetilen. Kode warna yang khas ini membantu Anda membedakannya dari selang oksigen. Selang oksi-asetilen biasanya terdiri dari dua selang yang berbeda: satu selang oksigen, yang berwarna biru atau hijau, dan selang asetilen berwarna merah.

 

Hubungi Kami Hari Ini

 

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan hubungi kami. Rentone Hose memproduksi berbagai jenis selang. Anda dapat memperoleh selang industri, selang hidrolik, sambungan selang, dan berbagai jenis pelindung selang. Tim ahli kami selalu siap menjawab pertanyaan Anda.