Sistem hidraulik digunakan pada hampir semua alat berat. Di antaranya adalah crane, ekskavator, traktor, dan lain-lain. Sistem-sistem ini menggunakan selang untuk mengalirkan cairan hidraulik bertekanan. Setiap selang hidraulik memiliki nilai tekanan tertentu yang tertera dalam MPa atau PSI. Namun, pertanyaannya tetap: Apa arti MPa dan PSI pada selang hidraulik tersebut?
Kedua satuan ini berbeda, namun sama-sama mengukur hal yang sama: tekanan. Namun, keduanya tidak digunakan secara universal. PSI lebih banyak digunakan di beberapa bagian dunia, sementara di tempat lain lebih banyak menggunakan MPa. Memahami kedua satuan ini sangat penting untuk menjamin keamanan sistem. Dalam artikel ini, saya akan menjelaskan segala hal tentang MPa dan PSI. Jadi, mari kita mulai!
Pentingnya Tekanan yang Tepat pada Selang Hidraulik

Pengoperasian sistem hidraulik bergantung pada tekanan yang tepat di dalamnya. Sistem ini menggunakan cairan hidraulik. Saat mesin beroperasi, pompa mendorong cairan tersebut sehingga menghasilkan tekanan hidraulik. Cairan tersebut kemudian mengalir ke selang hidraulik dan masuk ke dalam silinder. Ingat, setiap sistem hidraulik memiliki silinder yang dilengkapi dengan batang.
Cairan tersebut masuk ke dalam silinder, memberikan tekanan, dan membuat batang tersebut memanjang. Batang ini bergerak ke depan dan melakukan tindakan tertentu—yaitu, mengangkat atau menarik. Setelah tugas selesai, cairan tersebut mengalir kembali dari silinder melalui selang-selang. Akibatnya, tekanan di dalam silinder turun, dan batang tersebut menarik diri.
Karena cairan tersebut memiliki tekanan tinggi, selang harus cukup kuat untuk menahannya. Untuk itu, produsen menetapkan batas tekanan tertentu pada selang-selang tersebut. Jika tekanan di dalam selang tetap berada dalam batas tersebut, selang akan aman. Jika tekanan melebihi batas, selang dapat rusak. Tekanan yang sangat tinggi di dalam selang hidrolik dapat menyebabkan beberapa masalah. Masalah tersebut antara lain kebocoran, retakan, dan bahkan selang yang pecah total.
Bukan hanya tekanan tinggi, tetapi juga tekanan rendah dalam sistem merupakan masalah. Mengapa? Karena jika tekanannya terlalu rendah, sistem hidraulik tidak akan berfungsi dengan baik. Perlu dicatat bahwa tekanan rendah tidak merusak selang, tetapi tekanan tinggi bisa merusaknya. Oleh karena itu, Anda harus selalu memeriksa nilai tekanan maksimum—baik yang dinyatakan dalam PSI maupun MPa. Hal ini memastikan Anda menggunakan selang pada aplikasi di mana tekanan tetap berada dalam batas aman sesuai dengan nilai tekanannya.
Apa Arti PSI?

PSI adalah singkatan dari “Pounds per Square Inch”. Dengan kata lain, PSI adalah satuan tekanan yang menunjukkan besarnya tekanan yang diberikan per inci persegi. Bayangkan sebuah beban seberat 200 pon yang diletakkan pada permukaan seluas satu inci persegi. Dengan demikian, tekanan pada area tersebut adalah 200 PSI.
Misalkan Anda memiliki selang hidrolik dengan nilai tekanan maksimum 2000 PSI. Artinya, selang tersebut dapat menahan tekanan hingga 2000 PSI dengan aman. Jika tekanan melebihi batas ini, selang mungkin mulai bocor atau bahkan meledak jika bahan pembuatnya sudah rusak. Satuan tekanan PSI umumnya digunakan di Amerika Serikat dan Kanada. Hampir semua produsen Amerika Serikat mencantumkan nilai tekanan selang mereka dalam satuan PSI. Ini merupakan salah satu cara utama untuk mengidentifikasi selang yang diproduksi di Amerika Serikat.
Apa Arti MPa pada Selang Hidraulik?

MPa adalah singkatan dari “Megapascal” dan merupakan satuan tekanan yang digunakan dalam sistem metrik. Satuan ini juga menunjukkan besaran tekanan, namun nilainya sedikit lebih kecil daripada PSI. Satu megapascal setara dengan 145 PSI. Satuan megapascal ini berasal dari “Pascal,” yang merupakan satuan tekanan terkecil. Karena sistem hidraulik beroperasi pada tekanan tinggi, megapascal digunakan sebagai satuan tekanannya.
PSI digunakan sebagai bagian dari sistem satuan imperial, yang umum digunakan di AS dan Kanada. Namun, MPa adalah satuan metrik dan lebih umum digunakan di Eropa dan Asia. Selang-selang yang labelnya mencantumkan nilai tekanan dalam MPa diproduksi di Eropa atau Asia. Produsen modern menggunakan baik MPa maupun PSI agar peringkat tekanannya lebih mudah dipahami di seluruh dunia. Seperti yang saya katakan sebelumnya, megapascal adalah satuan terbesar, tetapi satuan ini diturunkan dari pascal.
Satu megapascal sama dengan 1.000.000 pascal. Untuk aplikasi dengan tekanan yang lebih rendah, megapascal tidak digunakan. Dalam kasus-kasus tersebut, pascal adalah satuan yang lebih umum digunakan. Semua sistem hidraulik dan selang hidraulik mengalami tekanan yang sangat tinggi. Oleh karena itu, menggunakan satuan yang lebih kecil seperti pascal sama sekali tidak praktis. Itulah sebabnya produsen lebih memilih megapascal, satuan yang lebih besar. Hal ini membuatnya jauh lebih mudah untuk menampilkan tekanan yang sangat tekanan tinggi di dalam selang.
MPa vs PSI: Apakah Keduanya Merupakan Satuan yang Sama?
Ya. MPa dan PSI adalah satuan tekanan. Jadi, keduanya mengukur tekanan yang tepat di dalam selang hidrolik. Nilai tekanan untuk kedua satuan ini mungkin berbeda. Namun, keduanya menunjukkan tekanan internal yang sama dalam satuan yang berbeda. Secara sekilas, tekanan dalam PSI mungkin tampak lebih tinggi daripada MPa, tetapi keduanya menunjukkan tekanan yang sama.
Seperti yang saya katakan tadi, 1 MPa sama dengan 145 PSI. Misalkan selang tersebut memiliki batas tekanan maksimum sebesar 145 PSI. Namun, dalam satuan MPa, nilai tekanannya hanya 1 MPa. 145 PSI dan 1 MPa mewakili tekanan yang persis sama. MPa adalah satuan yang lebih besar, sehingga nilai numerik dalam MPa lebih kecil daripada dalam PSI untuk tekanan yang sama. Namun, perbedaan pembacaan tersebut tidak memengaruhi tekanan di dalam selang.
Perbedaan utama antara MPa dan PSI terletak pada wilayah penggunaannya. Di Amerika Serikat dan Kanada, sistem imperial masih menjadi standar, sehingga tekanan diukur dalam PSI. Namun, sebagian besar wilayah lain di dunia—seperti Eropa, Asia, dan sebagainya—menggunakan sistem metrik, di mana tekanan dinyatakan dalam megapascal (MPa).
| MPa (Megapascal) | PSI (Pound per Inci Persegi) |
| 1 | 145 |
| 5 | 725 |
| 10 | 1450 |
| 15 | 2175 |
| 20 | 2900 |
| 21 | 3045 |
| 25 | 3625 |
| 30 | 4350 |
| 35 | 5075 |
| 40 | 5800 |
Tabel konversi ini akan membantu Anda mengonversi kedua satuan tersebut beserta nilainya. Misalkan sebuah selang memiliki tekanan maksimum sebesar 4350 PSI. Dalam sistem satuan metrik, nilai tekanannya adalah 30 MPa. Secara teknis, Anda dapat menggunakan 4350 PSI ATAU 30 MPa; keduanya memiliki arti yang sama. Perbedaan satuan tersebut dapat dihilangkan dengan melakukan konversi sederhana, seperti yang ditunjukkan dalam tabel.
Apakah Produsen Menggunakan Satuan PSI dan MPa Secara Bersamaan pada Selang?
Ya – produsen modern menggunakan kedua satuan PSI dan MPa pada selang-selang mereka. Hal ini memudahkan pemahaman mengenai kapasitas tekanan, terlepas dari wilayah di mana selang tersebut digunakan.
Dulu, transportasi dan perdagangan internal masih terbatas. Selang yang diproduksi di Asia pada dasarnya hanya digunakan di kawasan Asia. Oleh karena itu, produsen biasanya mencantumkan nilai tekanan pada selang dalam satuan tunggal, yaitu MPa (Megapascal). Demikian pula, selang yang diproduksi di AS hanya ditujukan untuk pelanggan Amerika, sehingga nilai tekanannya dinyatakan dalam PSI. Namun, keadaan kini telah berubah seiring dengan dunia yang telah menjadi desa global.
Selang yang diproduksi di Asia kini dikirim ke Amerika dan banyak wilayah lain di dunia. Karena itu, pelanggan dari berbagai wilayah dapat menggunakan selang yang diproduksi di wilayah mereka sendiri. Oleh karena itu, produsen kini mencantumkan nilai tekanan pada selang dalam satuan PSI dan MPa. Hal ini memudahkan pelanggan untuk memahami batas tekanan yang tepat. Pelanggan di Eropa atau Asia cenderung menggunakan MPa, sedangkan pelanggan di Amerika Serikat atau Kanada menggunakan PSI.
Kesimpulan
Kesimpulannya, baik MPa maupun PSI memiliki kegunaannya masing-masing. Ada kesalahpahaman bahwa kedua satuan ini menunjukkan tekanan yang berbeda, padahal hal itu salah. Keduanya menunjukkan tekanan yang sama dalam berbagai pembacaan. Misalnya, 1 MPa dan 145 PSI memiliki arti yang sama. Keduanya menunjukkan tekanan yang persis sama di dalam sistem. Namun demikian, kedua satuan tersebut mewakili tekanan yang sama, hanya saja ditampilkan dengan angka yang berbeda. Dalam artikel ini, saya telah membahas dasar-dasar MPa dan PSI, termasuk cara mengonversi di antara keduanya.
